Jumat, 21 September 2018

Febri Diansyah: Menolak Dianggap Karismatik

Reporter:
Editor:

Idrus F. Shahab

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) bersama anggota Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) dan Lola Easter memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, 11 Oktober 2017. Jumpa pers ini digelar bertepatan dengan enam bulan penyiraman air keras kepada Novel. ANTARA

    Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) bersama anggota Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK Dahnil Anzar Simanjuntak (tengah) dan Lola Easter memberikan keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, 11 Oktober 2017. Jumpa pers ini digelar bertepatan dengan enam bulan penyiraman air keras kepada Novel. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Hampir setiap hari wajahnya yang berkacamata persegi, dengan setelan jas gelap - kemeja putih, muncul di layar kaca. Sekarang Febri Diansyah memang seorang tokoh publik yang senantiasa mewakili lembaga antirasuah KPK. Dan jabatan lelaki kelahiran Padang, Sumatra Barat, 8 Februari 1983 ini cukup mentereng: Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi -- singkatnya, juru bicara KPK.

    Lantaran wajahnya yang dikenal luas, Febri Diansyah acapkali menjadi sasaran penilaian orang banyak. Terus berusaha menjadi tumpuan kepercayaan publik dan lancar menyuarakan informasi dari lembaga yang digelutinya sejak Desember 2016 itu, banyak pemirsa televisi menilai dia memiliki kepribadian yang karismatik. Itu lantaran pembawaannya yang tenang dan nyaris tak terpancing siapa pun, termasuk saat ia “diserang” lawan bicaranya jika tampil dalam acara diskusi di mana pun. “Kalau diangap karismatik rasanya tidak cocok penilaian itu,” katanya  beberapa waktu lalu kepada Tempo sembari tertawa.

    Terlanjur terkenal, sekali lagi ia kemudian jadi sasaran pertanyaan orang. Salah satunya soal “sepele.” tentang namanya. Konon, demikian kabarnya,  sewaktu ia masih menjadi  aktivis di Indonesia Corruption Watch (ICW) lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini menuliskan  namanya dalam satu kata Febridiansyah, bukan Febri Diansyah sebagaimana ia dikenal sekarang. Benar?

    Febri lagi-lagi membantah. Tapi, ia tak menyalahkan jika muncul dugaan seperti itu. Ia menduga anggapan bahwa nama aslinya “menyambung” kemungkinan lantaran  akun Twitter miliknya mengunakan satu kata tak terpisah @febridiansyah. Dari dulu, sejak lahir, katanya, ya dua kata namanya tersebut dipisah. "Yang benar, ya berdasarkan akta kelahiran, ditulis terpisah," kata urang awak yang, kini, jika muncul ke tempat umum, kerap disambangi orang, terutama gadis-gadis, untuk minta foto bersama itu.

    HADRIANI PUDJIARTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.